Wisata Sejarah Populer Bandung Di Jalan Asia Afrika

Wisata Sejarah Di Bandung Populer Jalan Asia Afrika – Jalan Asia Afrika di Bandung adalah sebuah jalan yang memiliki banyak sejarah. Nama jalan Asia Afrika sendiri tentunya berasal dari Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka yang berlangsung di tahun 1955 dengan menghadirkan wakil 29 negara dari negara-negara Asia dan Afrika, konferensi yang membahas isu perdamaian dan kerjasama antar negara tersebut sekaligus menjadi ajang Indonesia untuk menahbiskan diri sebagai negara yang benar-benar sudah berdaulat dan bebas dari penjajahan dan menjadi cikal bakal dari Gerakan Non-Blok yang nantinya akan berdiri.

Jika ada yang menanyakan di mana pusat kota Bandung? Maka orang-orang Bandung akan langsung menunjuk Jalan Asia Afrika sebagai jantung dari kota mereka. Meskipun jalan ini hanyalah seruas jalan satu arah menuju ke alun-alun kota dan Masjid Raya Bandung, namun begitu banyak cerita tersimpan di sana.

Bagaikan kota tua, banyak sekali bangunan bersejarah yang masih tetap dipertahankan bentuknya yang memiliki dekorasi dan arsitektur khas Eropa kuno. Di jalan ini pulalah Pemerintah Hindia Belanda berencana untuk memindahkan ibukota ke Bandung dari Batavia.

Wisata Sejarah Di Bandung Populer Jalan Asia Afrika

Berikut adalah beberapa tambahan informasi mengenai Wisata Sejarah Populer Bandung Di Jalan Asia Afrika yang juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata edukasi di Bandung.

SEJARAH GEDUNG MERDEKA

Wisata Sejarah Populer Bandung 1_gedung_merdeka

Gedung Merdeka yang menjadi gedung utama Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 menjadi destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan. Gedung ini kini beralih fungsi sebagai museum yang menyajikan berbagai koleksi dan foto-foto yang mengabadikan berlangsungnya konferensi tersebut. Gedung Merdeka dipugar pada tahun 1926 oleh duet arsitek terkenal di kala itu yaitu Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker yang menjadi guru besar Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini menjadi Institut Teknologi Bandung).

Baca :  Farmhouse Lembang, Wisata Populer Bandung ala Eropa

Sebenarnya Gedung Merdeka sendiri sudah berdiri sejak 1895 dengan nama Societeit Concordia yang merupakan tempat nongkrong para ekspatriat Belanda di jaman itu. Duet arsitek Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker memugarnya dengan menambahkan lantai marmer dari Italia, desain art deco yang kental dan kayu cikenhout yang menghias ruang tempat minum dan bersantai.

Gedung Merdeka bertahan dari masa ke masa dan selalu menjadi pilihan utama baik itu digunakan sebagai pusat kebudayaan, tempat rekreasi, pusat pertemuan, tempat menahan tawanan politik dan lain-lain. Dahulu Gedung Merdeka memiliki pintu masuk mengarah ke Jalan Braga, sejak dipugar jalan masuk Gedung Merdeka berada di Jalan Asia Afrika.

SEJARAH SEBELUM ASIA-AFRIKA

Sebelum mendapatkan nama Jalan Asia-Afrika, jalan bersejarah yang menjadi Wisata Sejarah Populer Bandung Di Jalan Asia Afrika ini dinamakan Groote Postweg atau Jalan Raya Pos, karena keberadaan Gedung Raya Pos atau Kantor Pos Besar yang sudah ada sejak jaman kolonial. Jalan Raya Pos merupakan ruas jalan protokol tertua di Bandung. Jalur pos ini juga disambung dengan jalan Anyer-Panarukan yang menghubungkan jalur pos sepanjang 1000 km di Pulau Jawa.

Titik Pal atau 0 Kilometer Bandung juga diletakkan di jalan yang berdekatan dengan sungai Cikapundung ini. Letak tepatnya berada di depan Kantor Dinas Bina Marga Propinsi Jawa Barat, dekat dengan Hotel Savoy Homann dan Grand Preanger.

LAPAS BANCEUY

lapas_banceuy

Sejarah yang menaungi jalan ini juga tak lepas dari keberadaan Penjara atau Lembaga Pemasyarakatan Banceuy yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1877. Penjara ini diperuntukkan bagi tahanan politik yang diletakkan di lantai atas dan tahanan rakyat yang berada di lantai bawah dengan tiap sel berukuran 1.5 x 2.5 meter.

Baca :  7 Tempat Wisata Di Dago Pakar Bandung Atas Yang Eksotis

Salah satu tahanan politik yang cukup terkenal adalah Ir. Soekarno yang kala itu masih bersama-sama dengan partai PNI, beliau dijebloskan ke penjara Banceuy bersama dengan rekan-rekannya Maskoen, Gatot Mangkoepradja dan Soepriadinata selama delapan bulan lamanya. Saat berada di tahanan inilah Soekarno menulis Indonesia Menggugat, satu pledoi yang amat terkenal.

Lapas Banceuy sebenarnya sudah dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta sejak tahun 1983 dan gedungnya yang asli digantukan gedung-gedung pertokoan, namun sel yang pernah dihuni oleh Presiden Soekarno dan salah satu menara pos penjaga tetap dipertahankan dan dipugar karena faktor sejarah.

GEDUNG-GEDUNG TUA DI JALAN ASIA AFRIKA

Wisata Sejarah Populer Bandung 3_kantor_pos_besar_bandung

Jalan Asia Afrika ibarat surga bagi gedung-gedung tua, hingga bisa dijuluki sebagai kawasan kota tua Bandung. Yang pertama tentunya adalah Kantor Pos Besar yang berada di pertigaan Jalan Asia Afrika. Gedung yang merupakan karya J van Gendt ini berdiri sejak 1863 dan pernah dipugar pada tahun 1928.

Wisata Sejarah Populer Bandung 7 Gedung Nedhandel NV

Gedung Nedhandel NV

Kemudian sebelum Gedung Merdeka terdapat Kantor PLN atau Gebeo yang merupakah hasil karya Gmelig Meyling. Setelah kantor PLN berjajar gedung-gedung tua seperti Gedung Nedhandel NV, Gedung Jiwasraya lalu Gedung Bank Mandiri. Jika anda menuju ke arah Jalan Sudirman, maka anda juga dapat menemui satu toko kuno yaitu Dezon NV, dahulu toko ini berfungsi sebagai toko serba ada dan dari bentuk bangunannya kurang lebih didirikan pada tahun 1925.

Dezon NV

Catatan gedung-gedung bersejarah ini masih berlanjut dengan Toko de Vries yang dulunya merupakan toko serba ada, kini bangunan ini digunakan oleh Bank OCBC NISP. Kita juga tidak dapat melupakan peran Hotel Savoy Homann Bidakara yang dulunya pernah digunakan untuk menginap para delegasi Konferensi Asia Afrika serta rival utamanya Hotel Prama Grand Preanger.

Baca :  Kampung Korea, Wisata Bandung Ala Korea

Lalu di simpang lima Jalan Karapitan menuju Jalan Asia Afrika terdapat pula Gedung Singer yang dibangun pada tahun 1930 dengan desain bergaya Art Deco karya FW Brinkman, Gedung Singer ini dulunya merupakan lokasi reparasi mesin jahit Singer pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Toko de Vries

Masih berada di simpang lima, terdapat pula satu gedung bersejarah karya Eduard Cuypers yang didesain pada tahun 1912. Gedung ini awalnya digunakan sebagai toko obat De Voor Zoorg namun kini lebih populer dengan nama Gedung Vigano. Eduard Cuypers adalah arsitek yang juga membuat desain untuk Toko de Vries, Nedhandel NV dan Gedung Bank Indonesia yang ada di Jalan Braga.

Demikian informasi dan tambahan pengetahuan mengenai wisata sejarah populer di Bandung yang dapat kita nikmati terutama di Jalan Asia Afrika. Wisata Sejarah Populer Bandung Di Jalan Asia Afrika ini mudah-mudahan dapat meningkatkan wawasan mengenai gedung-gedung bersejarah di kota Bandung yang sebagian menjadi cagar budaya, dan tentunya amat bagus dijadikan background instagram! Selamat berwisata, ya!

Wisata Sejarah Populer Bandung Di Jalan Asia Afrika

5.0

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!