Asyiknya Mengunjungi Objek Wisata Alam Untuk Rekreasi dan Konservasi di Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

Kebun Raya Bedugul Bali – Kebun Raya Bedugul Bali merupakan tempat hijau yang diperuntukkan untuk penelitian botani, pendidikan dan rekreasi, serta pelestarian tumbuhan. Wisatawan dapat memasuki Kebun Raya Bali untuk bersantai menghirup udara segar di dalamnya, menikmati kedamaian sekaligus mempelajari berbagai manfaat tumbuhan yang penting bagi kehidupan.

Luas Kebun Raya Bali ini cukup besar,  yaitu sekitar 157,5 hektar dan dilengkapi dengan hutan hujan tropis dan juga berbagai burung yang menempatinya. Terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 1250-1450 meter dpl, tentunya Anda akan merasakan kesejukan ketika berjalan-jalan di dalamnya.

Rata-rata temperatur di Kebun Raya Bedugul Bali maksimal hanya mencapai 25oC, apalagi jika malam suhunya bertambah dingin, yaitu hingga 10-15oC. Kelembapan di Kebun Raya Bedugul Bali juga bisa terbilang tinggi, sekitar 70-90%, oleh karena itu pengunjung disarankan untuk selalu mambawa jaket atau baju hangat, payung serta jas hujan, karena sewaktu-waktu cuaca dapat berubah dengan cepat dan turun hujan.

Objek Wisata Alam Untuk Rekreasi dan Konservasi di Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

Bali terkenal akan berbagai macam tempat wisatanya termasuk tempat wisata pantai di Bali. Namun ternyata Bali juga mempunyai obyek wisata Kebun Raya yang sangat cocok untuk menjadi tempat rekreasi dan konservasi alam. Yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bedugul Bali

Rute Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

Tentunya untuk menikmati keindahan alam dan kesegaran udara, ada biaya yang harus dibayarkan pengunjung untuk menjaga agar kebun raya tetap terawat. Namun jangan khawatir, karena tiket masuknya tidak begitu mahal, apalagi sudah termasuk asuransi dari Jasaraharja. Berikut merupakan daftar tiket masuk dan tiket parkir untuk Kebun Raya Bedugul Bali :

  • Tiket masuk wisatawan asing : Rp. 17.000,- per orang
  • Tiket masuk wisatawan lokal : Rp 11.000,- per orang
  • Tiket parkir kendaraan roda 2 : Rp. 3.000,-
  • Tiket parkir kendaraan roda 4 : Rp. 6.000,-
  • Tiket masuk kendaraan bus (roda 6) : Rp. 11.000,-
  • Tiket kendaraan roda 4 untuk keliling kebun : Rp.12.000,- per mobil

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 9

Untuk mencapai Kebun Raya Bedugul, sebaiknya Anda tidak menggunakan transportasi umum jika ingin lebih nyaman, karena jadwal angkutan umum kurang teratur. Ada baiknya untuk memilih transportasi berupa bus tourish, taksi, sepeda motor, atau mobil pribadi.

Sejarah

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 7

Kebun Raya Bedugul Bali pertama kali digagas sepanjang tahun 1955-1958, dari ide seorang Kepala Kebun Raya Indonesia yang juga merangkap sebagai Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Bekerja sama dengan I Made Taman, seorang Kepala Lembaga Pelestarian dan Pengawetan Alam, kedua orang ini menggagas pendirian Kebun Raya di luar pulau Jawa, sehingga mulai melakukan pendekatan pada Pemerintah Daerah Bali semenjak 1955.

Kebun Raya Bedugul kemudian diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo tepatnya pada tanggal 15 Juli 1959, dengan luas awal 50 hektar yang juga meliputi area hutan reboisasi Candikuning. Kebun Raya Bedugul berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau.

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 10

Dikenal pula dengan nama “Eka Karya”, dari nama yang diusulkan oleh I Made Taman. Eka Karya berasal dari kata Eka yang berarti satu dan karya yang berarti hasil kerja. Sehingga Kebun Raya Bedugul ini diharapkan menjadi kebun raya pertama hasil kerja bangsa setelah merdeka.

Tumbuhan yang terdapat di dalam kebun eka karya banyak yang didatangkan dari Kebun Raya yang sudah berdiri lebih dahulu, yaitu Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas. Kebun Raya Bedugul kemudian diarahkan sebagai tempat konservasi tumbuhan berdaun jarum (Gymnospermae) dari seluruh dunia. Tumbuhan Gymnospermae memang memiliki kondisi optial untuk tumbuh yang sesuai dengan iklim di Bedugul.

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 3

Awalnya, pengelolaan Kebun Raya Bedugul dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bali, selama dua periode dari tahun 1959-1975. Namun seiring berjalannya waktu, pengelolaan kemudian dilakukan langsung oleh staff kebun raya tanpa adanya interupsi dari Dinas Kehutanan lagi hingga saat ini.

Denah Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

Kebun Raya yang awalnya hanya seluas 50 hektar ini, semakin lama semakin diperluas. Pada masa kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc, kebun raya bertambah luasnya hingga 129,2 hektar. Kemudian pada masa kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si, pada tahun 2001-2008, Kebun Raya Bali semakin menambah luasnya hingga saat ini menjadi 157,5 hektar.

Penelitian dan Konservasi di Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 11

Dikenal sebagai surga bagi pusat penelitian keanekaragaman hayati serta tempat konservasi tumbuhan, banya peneliti holtikultura yang berkutat di Kebun Raya Bali untuk melestarikan berbagai tumbuhan yang mulai punah, menyediakan data taksonomi botani, serta mempelajari proses evolusi tumbuhan sehingga muncul keanekaragaman tumbuhan.

Beberapa program penelitian yang saat ini dikembangkan oleh Kebun Raya Bali antara lain anggrek, tumbuhan paku, begonia, bambu, flora kawasan timur Indonesia, tumbuhan obat, tumbuhan upacara agama Hindu, Rhododendron, dan Araceae. Terdapat fasilitas berupa THBB (Herbarium Hortus Botanicus Baliense), Lab Kultur Jaringan, Rumah Kaca dan Perpustakaan untuk mendukung penelitian yang dilakukan.

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 12

Untuk konservasi sendiri, terdapat lebih dari 2100 koleksi tumbuhan yang ada di Kebun Raya Bedugul Bali. Hal ini tentunya merupakan kekayaan yang melimpah bagi para peneliti genetika tumbuhan. Di Kebun Raya Bali bahkan terdapat area pembibitan yang luasnya 1 hektar, dilengkapi rumah kaca, lahan terbuka, serta bak penyemaian.

Pembibitan juga dilakukan untuk tanaman hias, tanaman upacara agama Hindu, serta sebagai tempat aklimatisasi untuk tumbuhan yang ditemukan dari hasil eksplorasi sebelum ditanam di lapangan atau diberikan kepada Kebun Raya dan instansi lainnya.

Kebun Raya Bedugul juga meneliti pembuatan kompos penghambat nitrogen (KOMPENIT) yang menjadi produk komersil dari Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Produk ini kini telah tersedia pula di pasaran seperti swalayan di Bali.

Para pengunjung di area Kebun Raya Bali juga bisa melihat langsung pemandangan danau Barata. Di situ juga ada area lapangan luas yang sangat cocok buat Anda bersantai atau beristirahat setelah berkeliling Kebun Raya sambil menikmati pemandangan alam yang sangat indah.

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 4

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 5

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 02

Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali 15

Demikianlah ulasan mengenai Asyiknya Mengunjungi Objek Wisata Alam Untuk Rekreasi dan Konservasi di Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali. Semoga menambah informasi bagi Anda yang berencana mengunjunginya dalam waktu dekat.

Asyiknya Mengunjungi Objek Wisata Alam Untuk Rekreasi dan Konservasi di Kebun Raya Bedugul Eka Karya Bali

5.0